Di suatu Malam aku degan percaya diri dan yakin apapun yang terjadi akan ku utarakan perasaanku padanya,Aku tidak terlalu berharap kepadanya tapi aku hanya ingin tahu bagaimana cara agar doaku di kabulkan oleh tuhan.
Di sudut taman tampak zahra berjalan seorang diri aku berlari menuju kerahnya ,,,zahra!!... zahra!! aku memanggilnya. iya pun menoleh dan berhenti, uffhh uhmmmmhh nafasku terenagah-engah lantas aku tarik nafas dalam-dalam
mmmmmmmmmmfffffhhhhhhhhhaaa mmmmmmmmmfffffhhhhhhaaaaaa
degan kepala menunduk zahrah,,, aku.. aku,, aku mau ngomong bentar. Setelah detak jantung tidak berdebar-debar akupun langsung tampa basa-basi lagi, “Zahra, aku mohon ma’af iya sebelumnya, sejujurnya dari pertama aku melihatmu ada sesuatu yang ku lihat pada dirimu,aku mencoba tuk menahan rasa ini namun hatiku berkata lain.
zahra,, tampa ku sadari aku sudah menyukaimu sejak pertama aku melihatmu dan aku langsung jatuh cintai padamu...,,
”rasa cemas menggebu-gebu di dalam dada” sambil menunggu jawabanya dari zahra.
“zahra; apa alasan kamu menyukaiku??”,.,.
"Arya; Tidak ada alasan bagiku tuk mencintaimu zah.
zahra; terdiaam.. entah apa yang dia pikirkan.
Zahra aku hanya ingin menumpangkan rindu di dadamu.Bukan untuk memaksamu untuk memilikinya.Aku hanya ingin menumpang harap di pelukmu.Bukan memaksamu untuk mewujudkanya.Aku hanya ingin mencintaimu,tampa pernah memaksamu untuk kembali membalasnya. aku hanya ingin melakukan apa yang harus aku lakukan dan aku tak ingin membuat hatiku menyesal nantinya bila aku tak melakukanya.
zahra; hanya terdiam degan seribu bahasa lalu pergi meninggalkanku.
Aku rasa zahra shock mendegar apa yang aku bicarakan, tampak sekali dari mukanya saat dia pergi, aku fikir dia butuh waktu untuk menjawabnya.
kali ini malamku terasa lama banget entah mengapa?, aku kepikiran gimana iyaa klo aku ketemu zahra di kampus besok sumpah malu bangeett atas kejadian kemaren sore.
Keesokan harinya aku ke kampus,di jalan aku berfikir gi mana iyaa nnti?, yaa udah lah anggap tidak ada apa-apa soal kemaren sore gumamku dalam hati.
Tiba di kelas aku pura-pura tak melihat zahra, anas!! Panggilku, anas langsung datang dan kami pun berbincang-bincang, tiba-tiba anas bertnya, “arya!! Gi mana udah Temabak zahra belom?? Aku jawab udah kemaren tapi Zahra blom jawab Nas,!Aku juga dah berikan dia waktu tuk berpikir, baikalah kalo gituh di tunggu aja jawabanya. Iya nas jawabku lesuh,,,
ohh iyaa Anas adalah teman baikku di kelas kami berteman cukup dekat,terkadang kami saling mendukung satu sama lain.
Akupun mulai menyibukkan diri supaya aku lupa tentang zahra dan kejadian kemaren itu . Aktivias di kampuspun aku malai lesuh dan lemas tidak ada semangat lagi, hingga sampai pada suatu malam aku berani kan diri chat zahra, sebab dah tiga hari berlalu entah dia lupa tentang apa yang aku ungkapkan kemaren aku tidak tahu?!!,
” Arya;Assalamualikum zahra.,,
Zahra; Waalaikm slam ar, bagaimana kabarmu?
Zahra; Baik Alhamdulillah.
Arya; syukurlah dan itu jaga aku harapkan
Arya; setelah basa-basi yang cukup lama hinggap aku langsung tanyakan ke zahra soal pernyataanku kemaren sore bagaimana apakah kamu sudah berfikir tentang apa yang ku utarakan kemaren?
Zahra;Mengalihkan pembicaraannya, “jawaban apa ee arya??
Arya; Itu loh yang kemaren sore di taman?? massa lupa she?!!
Aku tidak terlalu menunggu lama jawaban dari zahra setalah tiga jam aku chat tak ada jawaban apapun darinya hingga aku putuskan untuk tidur karena malam sudah larut.
Sekitar pukul 23:58 WIB, yaa udah zah ndak jadi aku bilang anggap saja anngin lewat heheehe,( tertawa meski hati terasa teriris) sejak itu aku pun tidak lagi membahas lgi tentang perasaanku terhadapnya .
kelak,jika do'a-Do'aku tidak dikabulkan tuhan untuk bersamamu,aku tidak akan pernah menyesal telah memanjatkan dalam malam-malamku yang dingin.Dalam rindu-rindu yang sepi,tampa pernah mersakan pelukan yang pasti.karena bagiku, mencintaimu saja adalah hal yang istimewah dalam hidupku.
Hingga Akupun mulai sadar bukan aku yang di inginkanya, dengan cara dia mengabaikanku aku mulai faham bahwa itu adalah cara halus dia menolak.
Aku tidak membencinya,sejak itu aku jarang bekomunikasi dengnya kecuali sesuatu hal yang sangat mendadak saja, aku tetap mengaguminya dalam kediamanku hingga detik ini rasa dalam hatiku tak pernah hilang, aku akan menunggu waktu yang tepat dan mungkin di suatu saat nanti aku akan datang kerumahnya dan melamarnya. Mengenalmu adalah suatu keindahan,mencintaimu adalah suatu anugerah, dan memilikimu adalah suatu harapan yang ingin aku segerakan..
Komentar
Posting Komentar